31 Jan
Aku Masih Punya Sahabat
Rasa kehilangan yang begitu dalam dan sulit terobatkan membuat aku lemah tak berdaya. Penyesalan bukanlah saatnya. Tak peduli seberapa besar penyesalan ku,tak akan membuatnya kembali padaku. Parahnya lagi dia pasti tak tahu apa yang ku rasakan saat itu. Hal itu terlihat ketika aku juga turut menikmati pajak jadian (PJ) bersama teman-teman. Tak ada yang beda darinya saat itu. Hanya goresan kebahagiaan yang tersirat dari wajahnya.
Di balik duka yang ku rasa, aku memiliki sahabat yang amat memperhatikan ku. Dulu dia salah satu mahasiswi di kampus ku juga. Tapi sekarang telah berada di Jakarta. Hingga saat ini dia masih menjadi sahabatku. Jarak bukanlah sebuah halangan bagi persahabatan kami. Komunikasi tetap berjalan meski hanya lewat telepon, sms, friendster, dan juga facebook.
Persahabatan ini berawal ketika aku makan di Bantolo Mukti bersama sahabat dari SMA ku. Entah disengaja atau tidak, gadis itu berada di situ juga. Perkenalan secara tak langsung pun terjadi. Sambil makan kami tak lupa basa basi seadanya.
Seiring berjalanya waktu, kami bisa mengenal lebih jauh satu sama lain. Pernah terbesit asa tuk bersamanya tetapi dia telah jauh. Selain itu hati ku telah terpaut pada seorang gadis. Namun rasa itu selalu ku abaikan. Aku pikir itu hanyalah cinta sesaat. Hingga akhirnya aku menyadari aku sungguh-sungguh cinta kepadanya. Dan ketika aku menyadarinya, dia telah menjadi milik orang lain.
Meski cinta tak sampai ku gapai, satu yang selalu ku ingat. Aku masih punya sahabat yang baik. Kita memang sangat dekat walau jarak memisahkan kita. Namun kedekatan ini hanya sampai batas persahabatan. Aku tak ingin memiliki rasa lebih agar persahabatan ini abadi. Terimakasih sahabatku.




Respond to this post