Aku Suka Padamu

Berbekal keyakinan, aku pasti bisa memperjuangkan cinta dalam hati. Entahlah apa yang membuat aku begitu yakin tuk perjuangkan semua ini. Pastinya aku tak mau selalu terpuruk dalam duka.

Tanggal 2 Januari 2010 tepat pada malam minggu. Tak ada kesibukan apa-apa aku dimalam itu. Sepeti biasa ku buka facebook. Pandangan ku tujukan ke arah kanan bawah. Ku lihat beberapa teman ku ada yang online. Ku perhatikan satu persatu hingga akhirnya aku terpaku pada sebuah nama seorang gadis. Gadis itulah yang selama ini berhasil mengusik dan memenuhi hati ku.

Tiba-tiba dadaku bergetar. Jantung ku berdetak semakin kencang. Ada sesuatu yang sakan mendorongku tuk mengucapkan sesuatu. Ku coba untuk menahan semua kata itu. Tetapi ada yang berbisik lembut dalam anganku. Semakin lama bisikan itu makin jelas terdengar. Aku berfikir lebih keras lagi.

“Pantaskah aku mengatakan ini semua?” gumam ku dalam hati.

“Kapan lagi kalau bukan sekarang? Kau ingin kehilangannya lagi untuk ke dua kalinya?”

Aku pun berusaha meyakinkan diriku untuk bisa megatakan apa yang di bisikkan oleh hati kecil ku. Detailnya percakapan ku malam itu aku tak dapat mengingatnya lagi. Terakhir yang ku ingat, dia tak begitu yakin ketika aku mengatakan “Aku suka padamu…” Satu lagi yang ku ingat dia berkata” Sa juga suka ko” dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Saya juga suka kamu”.

Perlahan-lahan aku merasa tenang dan semakin damai. Aku merasa seperti datang sebuah kebahagiaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Beban yang selama ini membebaniku seakan sirna seketika. Ya. Bahagia yang tiada tara yang ku rasa.

Meskipun kita saling suka, tetapi aku harus rela menunggu dia meminta izin pada ibunya. Tetapi bahagiaku dapat tepiskan semua itu.

Hai gadis, tak penting apakah aku harus menunggu lama. Aku suka padamu itu sudah cukup menjadi bekal penantian ku. Kau suka padaku itu sudah cukup menjadi obat rindu menantu restu ibumu. Aku suka padamu.

Tulisan Lainya :

Respond to this post


SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline